Program unggulan yang menjadi kebanggaan sekolah ini adalah upaya untuk terus mengabdi lewat seni yang diwujudkan dalam ekstrakurikuler musik tradisional. Para siswa tidak hanya diajarkan cara memukul saron atau memetik siter, tetapi mereka juga dibekali dengan pemahaman filosofis tentang harmoni dan keselarasan dalam kehidupan. Seni di sini bukan sekadar pertunjukan panggung, melainkan sarana untuk membentuk karakter siswa yang rendah hati, disiplin, dan menghargai warisan leluhur. Inilah yang membuat kegiatan ini memiliki makna spiritual yang mendalam bagi para pelakunya.
Fokus utama dari pelestarian ini adalah pada seni karawitan yang telah menjadi identitas sekolah selama berpuluh-puluh tahun. Setiap dentuman gong dan melodi dari gambang yang dihasilkan oleh tangan-tangan muda para siswa menciptakan harmoni yang magis. Menariknya, peminat seni ini tidak hanya datang dari kalangan terbatas, melainkan merata di berbagai tingkatan kelas. Hal ini menunjukkan bahwa jika dikemas dengan pendekatan yang tepat, musik tradisional memiliki daya tarik yang sama kuatnya dengan musik modern di mata generasi Z yang sering dianggap apatis terhadap budaya lokal.
Keberhasilan program ini dibuktikan dengan posisi sekolah yang tetap eksis dalam berbagai festival budaya, baik di tingkat daerah maupun nasional. Kelompok karawitan sekolah ini seringkali diundang untuk mengisi acara-acara protokoler dan upacara adat, yang memberikan kebanggaan tersendiri bagi para siswa. Konsistensi dalam berlatih dan regenerasi pemain yang berjalan dengan baik menjadi kunci mengapa eksistensi seni tradisional di sekolah ini tidak pernah pudar. Mereka berhasil mematahkan stigma bahwa karawitan adalah seni orang tua, dan justru menjadikannya sebagai gaya hidup remaja yang “keren” dan berwibawa.
Dukungan penuh mengabdi lewat seni dari pihak sekolah juga terlihat dari penyediaan perangkat gamelan yang lengkap dan terawat dengan baik. Para instruktur yang dihadirkan adalah maestro-maestro lokal yang memiliki semangat pengabdian yang sama. Sinergi antara sekolah, seniman, dan murid menciptakan ekosistem seni yang sehat. Siswa diajarkan untuk bangga dengan identitas mereka sebagai anak Boyolali yang memiliki kekayaan budaya luar biasa. Hal ini sangat penting untuk membentengi mental generasi muda dari dampak negatif globalisasi yang cenderung menyeragamkan budaya dunia.
